KAPUSHUBAD BERIKAN PEMBEKALAN KEPADA PERWIRA DAN BINTARA KHUSUS SIBER
Jakarta – Kepala Pusat Perhubungan Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., memberikan pengarahan kepada 13 orang Perwira dan Bintara kecabangan Cke. Mereka merupakan prajurit hasil rekruitmen khusus Siber program Panglima TNI, Rabu (21/5/2025).
Pada kesempatan pengarahan yang berlangsung di Puskomlekad, Tomang, Jakarta ini Kapushubad didampingi Waka Pushubad Brigadir Jenderal TNI Dede Mulyana, S.Sos., M.Tr.(Han)., beserta para Pejabat Utama Pushubad dan Wadan Satsiber TNI Kolonel Cke Anang Murtioso, S.Si., selaku pendamping Perwira dan Bintara Satsiber TNI.
Kapushubad dalam arahannya menyampaikan latar belakang perlunya rekruitmen personel khusus yang memiliki keahlian di bidang informasi teknologi (IT) atau siber sehingga setelah selesai mengikuti pendidikan, mereka bisa langsung melaksanakan tugas di bidang siber TNI, mengingat untuk menyiapkan personel Siber dibutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini disampaikan Kapushubad ketika berdiskusi dengan pimpinan TNI AD, Jenderal TNI Agus Subiyanto, sekarang Panglima TNI.
Mayjen Iroth juga menjelaskan bahwa domain medan pertempuran yang tradisional dan konvensional yaitu di darat, laut dan udara. Namun sekarang dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi menghadirkan domain baru yaitu ruang angkasa, ruang siber dan elektromagnetik yang menjadi ancaman baru dan sulit di prediksi.
Siber merupakan ruang digital yang harus diamankan dari berbagai ancaman dan bagaimana konsep untuk menghadapi ancaman tersebut. Hal ini sejalan dengan strategi sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata) dimana TNI sebagai komponen utama, didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung.
“Ancaman siber dapat dikategorikan menjadi dua yakni fisik dan non fisik. Secara fisik yang menjadi sasaran adalah infrastruktur kritis, sedangkan non fisik lebih cenderung menyerang pola pikir (mindset) dan perang opini termasuk di dalamnya hoaks,” bebernya.
Siber menjadi ancaman suatu negara tanpa harus memasuki wilayah negara tersebut, karena melalui perangkat komputer atau laptop termasuk smartphone atau handphone (HP) yang terhubung dengan jaringan internet bebas menyebarkan dan mengakses berbagai informasi dari berbagai belahan dunia.
“Ini yang dapat mempengaruhi pola pikir atau mindset masyarakat yang dapat mengubah ideologi dan sosial budaya suatu negara, sehingga menjadi ancaman serius bagi sebuah bangsa,” terang Mayjen Iroth Sonny Edhie.
Terkait dengan siber sangat identik dengan fungsi Korps Komunikasi dan Elektronika, karena berbicara tentang jaringan baik jaringan digital, jaringan internet, jaringan elektromagnetik dan lainnya.
Pushubad merupakan LKT yang bertanggung di bidang komunikasi dan elektronika dengan lima fungsi utama yaitu Sistem komunikasi elektronika (Siskomlek), perang elektronika (Pernika), sistem komando kendali dan informasi (Siskodal info), pengamatan dan penginderaan, konstruksi perkebalan pemeliharaan dan instalasi (Konbekharstal) dan kedepan ada satu fungsi pembangunan jaringan.
Korps Komunikasi dan Elektronika merupakan urat nadi dari pertempuran melalui Siskodal info dan fungsi elektronika untuk melipatkan gandakan daya tempur pasukan sendiri dan memperlemah pasukan lawan. Adapun 7 elemen tempur TNI AD yaitu Siskodal Info, perlindungan, dukungan, tembakan, manuver, intelijen tempur dan kepemimpinan.
Mantan Komandan Pussansiad itu berjanji dalam waktu dekat akan mengukuhkan mereka menjadi warga Komlekad dengan korps Cke. Selain itu, Kapushubad juga mengingatkan untuk bangga menjadi Prajurit Komlekad (Cke) karena menjadi urat nadi sebuah pertempuran dan kedepan menjadi pasukan terdepan dalam pertempuran.
“Tanamkan kebanggaan dan kecintaan terhadap Korps Cke dengan menumbuhkan kepedulian dan berbuat terbaik untuk satuan yang ditunjukkan dengan kreativitas dan inovasi untuk terus membangun institusi, bangsa dan negara,” punkasnya.
Sebelumnya, Wadan Satsiber TNI Kolonel Cke Anang Murtioso, S.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa 13 orang Perwira dan Bintara yang dibawa ke Pushubad merupakan anggota baru Satsiber TNI dengan Korps Komunikasi dan Elektronika (Cke), namun mereka belum memiliki pengetahuan di bidang Komlek.
Untuk itu, ia meminta kepada Kapushubad untuk memberikan pembekalan di bidang Komlek agar mereka lebih mengenal korps mereka sendiri.
Anang Murtioso juga berharap agar anggota baru ini kedepannya dapat di kukuhkan sebagai warga Komlekad sehingga mereka memiliki kebanggaan dan kecintaan terhadap Korps Komlek atau Cke yang menjadi kebanggaan bersama.
Acara pengarahan dan pembekalan Kapushubad kepada anggota Satsiber Panglima TNI diakhiri dengan sesi tanya jawab.

