KAPUSKOMLEKAD BERSAMA DIRDOK KODIKLATAD PPIMPIN UN 1 VALIDASI ORGAS YONKOMLEK PUSKOMLEKAD 2026
Jakarta – Setelah melalui pra UN 1 validasi organisasi Yonkomlek Puskomlekad pada bulan lalu, hari ini, Kapuskomlekad Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., bersama Dirdok Kodiklatad Brigadir Jenderal TNI Wawan Erawan memimpin langsung UN 1 validasi orgas Yonkomlek Puskomlekad di Ruang Rapat Puskomlekad Kelurahan Tomang Jakarta Barat, Kamis (7/5/2026).
Acara UN 1 validasi orgas Yonkomlek Puskomlekad dihadiri perwakilan masing-masing Staf Umum Mabesad, para Dirbincab Balakpus TNI AD, para PJU Puskomlekad dan Danyonkomlek Letnan Kolonel Cke Fabianus Dewanto Winantyo bersama Perwira Stafnya.
Kapuskomlekad dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemajuan teknologi di era digital telah merubah konsep medan pertempuran menjadi multidomain yang tidak hanya terbatas pada domain fisik baik darat, laut maupun udara, namun juga bertambah ruang angkasa, ruang siber dan spektrum elektromagnetik.
Perang di era modern seperti sekarang ini berbasis pada sistem jaringan dan sistem Pernika yang memanfaatkan ruang spektrum elektromagenik, sehingga model perang darat dapat dikategorikan menjadi dua yakni perang spektrum elektromagetik dan perang darat itu sendiri.
Dalam pertempuran ruang spektrum megnetik berbicara tentang bagaimana menghancurkan Siskodalinfo musuh dan melindungi serta memperkuat Sskodalinfo pasukan sendiri, sedangkan perang darat berbicara tentang pasukan sendiri dan pasukan pasukan musuh.
Kapuskomlekad juga menjelaskan terkait dengan perubahan fungsi Komlek seiring dengan validasi orgas dari Pushubad menjadi Puskomlekad yang sebelumnya berfungsi fokus pada memberikan pelayanan dan dukungan, namun pasca perubahan, fungsi Komlek berubah menjadi fungsi pelayanan, dukungan dan operasi.
Dalam mengembangkan sebuah organisasi, Puskomlekad sebelumnya melakukan kajian mendalam khususnya terkait dengan perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan elektronika global yang sangat pesat, sehingga perlu dilakukan reorganisasi atau validasi orgas untuk menjawab semua tantangan tugas kedepan dengan menyiapkan sarana prasaran termasuk personel dan materiel yang diperlukan.
Untuk itu, Mayjen TNI Iroth Sonny Edhie meminta kepada semua peserta rapat untuk memberikan saran, tanggapan serta sumbangsih pemikiran untuk perbaikan pada UN 1 validasi orgas Yonkomlek dengan harapan validasi dapat dilakukan sesuai harapan.
Sedangkan, Dirdok Kodiklatad Brigjen TNI Wawan Erawan menyampaikan bahwa pembahasan UN 1 nanti akan ditindaklanjuti dengan UN 2 yang akan dilaksanakan di Kodiklat TNI AD Bandung dengan harapan tidak banyak saran dan tanggapan yang bersifat teknis, namun lebih kepada hal-hal yang bersifat strategis.
Menurutnya, struktur organisasi minim kaya fungsi bukan berarti organisasi harus sederhana, namun harus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi sehingga mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis.
Ia juga menyoroti tentang peran Pernika pada perang Iran melawan AS dan Israel dimana semua pesawat tempur, drone dan rudal memiliki peran penting ketika ruang spektrum elektromagnetik sudah dikuasai.
Alumnus Akmil 1994 itu juga meminta untuk tidak terpaku pada rencana strategis (Renstra) yang sudah ada, namun perubahan dapat dilakukan dengan melihat kondisi terkini khususnya terkait dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan elektronika berbasis digital dan aritificial intelligence (AI).
Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan tentang Validasi Orgas Yonhub menjadi Yonkomlek Puskomlekad oleh Danyonkomlek Letkol Cke Fabianus Dewanto Winantyo dan diakhiri dengan penyampaian saran, tanggapan dan diskusi seluruh peserta rapat untuk menyempurnakan UN 1 menjadi UN 2 validasi orgas Yonkomlek Puskomlekad untuk dibahas pada tahap berikutnya.

