TUTUP DIKCABPA KOMLEK ABIT DIKMAPA PK TNI PROGSUS 2025 KAPUSKOMLEKAD SEORANG PEMIMPIN HARUS MENJADI CENTER OF GRAVITY BAGI PRAJURITNYA

TUTUP DIKCABPA KOMLEK ABIT DIKMAPA PK TNI PROGSUS 2025 KAPUSKOMLEKAD SEORANG PEMIMPIN HARUS MENJADI CENTER OF GRAVITY BAGI PRAJURITNYA

Cimahi – Kapuskomlekad Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., hari ini resmi menutup Pendidikan Kecabangan Perwira Komunikasi dan Elektronika (Dkcabpa Komlek) Abituren Dikmapa PK TNI Program Khusus Tahun Anggaran 2025 di Pusdikkomlek Puskomlekad Kota Cimahi Jawa Barat, Senin (30/3/2026).

Upacara penutupan yang diikuti oleh 24 orang mantan Perwira siswa dan dihadiri Wakapuskomlekad Brigjen TNI Dede Mulyana, S.Sos, M.Tr.(Han)., M.Kom., Pejabat Utama Puskomlekad, Danpusdikkomlek Kolonel Cke M. Anom Kartika, S.I.P., dan segenap tenaga pendidik serta tenaga kependidikan dan undangan lainnya.

Kapuskomlekad dalam amanatnya memberikan apresiasi kepada mantan Perwira Siswa yang telah berhasil menyelesaikan Pendidikan selama dua bulan dengan baik dan hasil memuaskan.

Kapuskomlekad juga menyinggung hasil Rabinniscab Komlekad tahun 2026 yang membahas tentang berbagai program strategis dalam menghadapi tantangan tugas ke depan dan berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Komlek dalam pelaksaan tugas di satuan, mewujudkan grand design K4SIPP dan K4S Pernika yang handal, modern dan adaptif serta mewujudkan postur prajurit Komlekad yang mumpuni di bidang teknologi informasi dan komunikasi maupun elektronika yang merupakan domain dari Komlekad.

Lebih lanjut orang nomor satu di Puskomlekad itu mengingatkan tentang pesatnya perkembangan Artificial Inteligence (AI/kecerdasan buatan) yang tidak hanya digunakan dalam bidang bisnis, kesehatan, pendidikan dan produktivitas lainnya, namun juga sudah memasuki domain militer seperti era peperangan saat ini.

Menurutnya, kecerdasan buatan banyak digunakan dalam beberapa operasi militer kontemporer seperti pada peperangan Rusia melawan Ukraina, Iran melawan Israel dan Amerika Serikat terutama dalam perang siber, pemanfaatan drone untuk mendeteksi dan menavigasi penggunaan eletronic warfare (peperangan elektronika/Pernika).

”Hal ini membuktikan keunggulan taktis dan strategis bagi pasukan yang menguasasi teknologi, terutama terhadap situasi yang memerlukan respon dan pengambilan keputusan cepat terhadap setiap perkembangan ancaman di medan operasi sebenarnya,” terangnya.

Ancaman perang modern bergerak melampaui batas teritorial fisik, menjangkau dimensi siber, informasi, ruang, hingga spektrum elektromagnetik. Karakter peperangan yang multidomain menuntut kemampuan yang terintegrasi, real-time dan berbasis teknologi tinggi.

Kondisi tersebut, sambungnya, menuntut Prajurit Komlekad untuk terus berbenah dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta kemampuan dalam peperangan elektronika dan kemampuan untuk mengintegrasikan unsur-unsur dalam Komando, Kendali, Komunikasi, Komputerisasi, Siber, Informasi, Pengamatan dan Pengintaian (K4SIPP) dalam rangka meningkatkan efektivitas komando dan pengendalian, serta memperbesar daya tempur pasukan sendiri dan memperlemah daya tempur musuh.

Saat ini Perwira Komlek memiliki peran penting dan strategis dalam menjawab tantangan tugas ke depan terutama untuk mengamankan sistem komunikasi, jaringan, sensor elektronik, perangkat pengamanan informasi, hingga sistem kendali berbasis digital yang merupakan infrastruktur kunci bagi efektivitas komando dan kendali (Kodal), pengumpulan informasi dan percepatan pengambilan keputusan oleh pimpinan di satuan.

Untuk itu, ia berharap berbagai macam materi yang sudah diterima baik teori maupun praktek dapat dijadikan sebagai bekal untuk diimplementasikan di satuan dimana pun bertugas.

Selain itu, Alumnus Akmil 1993 itu juga mengingatkan bahwa soerang pemimpin harus menjadi center of gravity yang dekat dan berada ditengah-tengah anggota, sehingga setiap tugas dapat diselesaikan bersama.

Kapuskomlekad juga memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi dari Danpusdikkomlek bersama jajarannya termasuk civitas akademika Pusdik sehingga pendidikan dapat terselenggara dengan tertib, aman dan lancar sesuai dengan program dan kurikulum pendidikan.