KUNJUNGI BENGPUSKOMLEK KAPUSKOMLEKAD CEK PROGRES LITBANG TNI PRIORITAS TNI AD 2026

KUNJUNGI BENGPUSKOMLEK KAPUSKOMLEKAD CEK PROGRES LITBANG TNI PRIORITAS TNI AD 2026

Bandung - Kapuskomlekad Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., didampingi Wakapuskomlekad Brigadir Jenderal TNI Dede Mulyana, S.Sos., M.Tr.(Han)., M.Kom., melaksanakan kunjungan kerja di Bengkel Pusat Komunikasi dan Elektronika (Bengpuskomlek) Puskomlekad Kota Bandung Jawa Barat, Kamis (25/6/2026).

Kedatangan Kapuskomlekad bersama rombongan disambut Kabengpuskomlek Puskomlekad Kolonel Cke Setyo Budi Nugroho, S.Sos., bersama jajaran di Gedung Elekctron.

Dalam kunjungan tersebut, Kapuskomlekad menerima paparan dari Kabengpuskomlek tentang Progres Litbang Prioritas TNI AD, Letda Cke Jihan Harahap terkait dengan Sisfo Dart dan Kadet Unhan RI yang sedang melaksanakan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) tentang Electronic Smart Farming.

Usai menerima paparan, Kapuskomlekad dan rombongan didampingi Kabengpuskomlek meresmikan Laboratorium Audiometri Bengpuskomlek Puskomlekad sebagai lab uji sound system, peninjauan laboratorium modern alat komunikasi elektronika (Lab Alkomlek) untuk melihat hasil upgrade intercom Alkom Ranpur, peninjauan bengkel alat elektronika terkait pengecekan hasil penilitian dan pengembangan (Litbang) prioritas TNI AD tahun 2026 berupa battle effect simulator and targetries (BEST), Jammer C-UAS dan drone interseptor.

Selain itu, Kapuskomlekad juga meninjau pembagunan gedung workshop sound system dan Electronic Smart Farming peruntukkan Batalyon Teritorial Pertempuran (YTP) serta melihat demonstrasi ranjau simulator dan BEST yang dilakukan oleh personel Bengpuskomlek.

Berkenaan dengan itu, Kapuskomlekad memberikan apresiasi terhadap kinerja dan kemajuan Bengpuskomlek dalam menyiapkan dan menyediakan prototipe khususnya BEST dan subsistem di dalamnya.

Menurutnya, pengembangan prototipe telah menunjukkan progres yang positif meskipun pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala teknis, administratif dan keterbatasan anggaran.

Prototipe BEST telah mencapai kemajuan dengan sebagian besar subsistem utama seperti sound efek simulator, ranjau simulator, simulator asap, sistem target statis dan bergerak serta perangkat pendukung latihan telah memasuki tahap integrasi dan pengujian sistem.

Pada bidang Drone Interceptor, pengembangan telah mencapai progres luar biasa yang ditandai dengan terselesaikannya sebagian besar proses perakitan, integrasi sistem dan pelaksanaan uji fungsi pada varian drone interceptor berbasis target lock system. Sementara itu, pengembangan Sistem Jammer C-UAS juga terus berjalan melalui tahapan integrasi perangkat radio frekuensi (RF) dan pengujian parsial guna mendukung kemampuan kontra-drone TNI AD.

Selain itu, mantan Danpussansiad itu juga menyinggung terkait hambatan utama yang dihadapi seperti keterlambatan pengadaan komponen impor, kompleksitas integrasi perangkat keras dan perangkat lunak, keterbatasan personel teknis karena tugas kedinasan lainnya. Namun demikian, berbagai langkah mitigasi telah dilaksanakan melalui pengadaan bertahap, pengembangan paralel, pemanfaatan fasilitas workshop internal, pengujian per subsistem serta optimalisasi sumber daya yang tersedia.

Mayjen TNI Iroth Sonny Edhie juga berharap agar semua prototipe yang sedang dikembangkan dapat melewati uji fungsi secara menyeluruh sehingga dapat di produksi masal untuk memenuhi kebutuhan TNI AD khususnya dibidang latihan.

Kunjungan kerja tersebut juga dihadiri oleh para Direktur Pembinaan (Dirbin) Puskomlekad, Kakomlekdam III/Siliwangi dan perwakilan Pusdikkomlek Puskomlekad.