WAKAPUSKOMLEKAD TUTU DIKCABPA KOMLEKAD GELOMBANG I TAHUN 2026
Cimahi - Wakapuskomlekad Brigadir Jenderal TNI Dede Mulyana, S.Sos., M.Tr.(Han)., M.Kom., hari ini resmi menutup Pendidikan Kecabangan Perwira Komunikasi dan Elektronika TNI Angkatan Darat (Dikcabpa Komlekad) gelombang I tahun 2026 di Gedung Caraka Pusdikkomlek Puskomlekad Cimahi Jawa Barat, Kamis (2/6).
Upacara penutupan yang diikuti 41 mantan siswa Dikcabpa, juga dihadiri oleh Dirbincab dan Dirbindiklat Puskomlekad, Komandan Pusdikkomlek Puskomlekad, perwakilan Dirbindiklatad serta para Kadep, Katim Gumil dan pembina Puskomlekad.
Kapuskomlekad dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Wakapuskomlekad menyinggung tentang perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan elektronika yang semakin pesat dapat dilihat pada pemanfaatan Artificial Inteligence (AI/kecerdasan buatan), Big Data, Internet of Things (IoT), cloud computing hingga cyber warfare dalam berbagai dimensi kehidupan termasuk peperangan yang sedang berlangsung saat ini.
Kecerdasan buatan banyak digunakan dalam beberapa operasi militer kontemporer dan modern, seperti pada perang Rusia melawan Ukraina, perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat terutama perang siber, pemanfaatan drone untuk mendeteksi dan menavigasi penggunaan eletronic warfare (Pernika) dan penguasaan ruang spektrum elektromagnetik.
Kebutuhan akan sistem digital di lingkungan militer tidak dapat dihindari, karena erat kaitannya dengan perkembangan dan dinamika lingkungan strategis global yang ditandai oleh lompatan tehnologi digital secara eksponensial, integrasi teknologi informasi, serta hadirnya ancaman yang semakin kompleks dan dinamis.
Ancaman perang modern kini bergerak melampaui batas teritorial fisik, menjangkau dimensi siber, informasi, ruang, hingga spektrum elektromagnetik. Karakter peperangan yang multidomain menuntut kemampuan yang terintegrasi, cepat, tepat dan real-time, serta berbasis teknologi tinggi.
Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut prajurit Komlekad untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta kemampuan dalam Pernika maupun kemampuan untuk mengintegrasikan unsur-unsur dalam K4SIPP dalam rangka meningkatkan efektivitas komando dan pengendalian, serta memperbesar daya tempur pasukan sendiri dan memperlemah daya tempur musuh.
Perwira Komlek memiliki peran sangat penting dan strategis dalam menjawab tantangan tugas ke depan, terutama untuk mengamankan sistem komunikasi, jaringan, sensor elektronik, perangkat pengamanan informasi, hingga sistem kendali berbasis digital yang merupakan infrastruktur kunci bagi efektivitas komando dan kendali (Kodal), pengumpulan informasi, dan percepatan pengambilan keputusan oleh pimpinan di satuan.
Kapuskomlekad juga mengingatkan untuk memiliki kebanggaan menjadi warga Komlekad yang ditunjukkan melalui perbuatan, karya nyata dan meninggalkan legacy positif di satuan tempat bertugas.
”Jadilah seorang pemimpin yang menjadi center of gravity yang dekat dan berada ditengah-tengah anggota,” tegasnya.
Mengakhiri amanatnya, Kapuskomlekad memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Danpusdikkomlek beserta civitas akademika Pusdik yang telah suskes mencetak Perwira Komlek yang profesional, unggul dan berkarakter kebangsaan yang dapat di andalkan dan dibanggakan di medan tugas.

