IRUTUM ITPUSKOMLEKAD IRUP UPACARA BENDERA 17 AN BULAN JUNI 2026
Jakarta – Irutum Itpuskomlekad Kolonel Cke Sasmito bertindak selaku inspektur upacara (Irup) pada upacara bendera bulanan di lapangan Mapuskomlekad Kelurahan Tomang Jakarta Barat, Rabu (17/6/2026).
Upacara bendera bulanan yang dilaksanakan setiap tanggal 17 setiap bulan dihadiri oleh para Pejabat Utama Puskomlekad, para Perwira, Bintara dan Tamtama serta PNS Puskomlekad yang berlangsung khidmat, tertib dan lancar.
Kapuskomlekad Mayjen TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Irup Kolonel Cke Sasmito menjelaskan bahwa upacara bendera sebagai wujud syukur sekaligus sebagai media untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme kepada bangsa dan negara yang diimplementasikan melalui peningkatan kinerja di masing-masing satuan.
Kapuskomlekad juga mengingatkan agar seluruh Satker jajaran Puskomlekad untuk menuntaskan program kerja pada triwulan II semester I tahun anggaran 2026 dengan memanfaatkan waktu seefektif mungkin agar tidak menghambat pelaksanaan program kerja pada triwulan berikutnya.
“Pastikan pelaksanaan program kerja dan anggaran berjalan efektif, efisien, dan akuntabel,” tegasnya.
Lebih jauh, Kapsukomlekad juga memberikan apresiasi atas kinerja Satker Puskomlekad yang telah memperoleh penghargaan Jawara 2026 pada Award KPPN Jakarta II tahun 2025 sebagai Satker terbaik dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Jakarta II berdasarkan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) tahun 2025.
Selain itu, Mayjen TNI Iroth Sonny Edhie juga menyinggung pesatnya kemajuan teknologi informasi, komunikasi dan elektronika di era digital yang memberikan dampak luar biasa terhadap wajah pertahanan dan keamanan dunia. Menurutnya, saat ini dunia sudah memasuki era perang modern yang memanfaatkan ruang spektrum elektromagnetik dan ruang siber sebagai domain perang masa depan.
Perang modern tidak hanya berbicara tentang perang secara fisik atau konvensional dengan berbagai platform militer, namun lebih pada domain ruang spektrum elektromagnetik dan ruang siber yang menitikberatkan pada pendekatan multi-domain terutama pada operasi Nirmiliter seperti operasi siber, intelijen dan dominasi spektrum elektromagnetik menjadi elemen pembuka sebelum operasi militer secara konvensional.
Dalam perang modern, ada beberapa elemen utama yang menjadi kunci untuk memenangkan pertempuran, yaitu dominasi teknologi dan artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) sebagai tulang punggung strategi modern, kecerdasan buatan dapat digunakan sebagai analisis data intelijen, memprediksi pola musuh dan sistem senjata otonom, serta mempercepat proses pengambilan keputusan di medan perang. Terakhir Adalah operasi Siber dan elektronika menjadi domain yang dapat melumpuhkan infrastruktur kritis, melumpuhkan komunikasi, mencuri informasi vital tanpa menembakkan peluru kepada lawan.
Mengakhiri amanatnya, Pati bintang dua itu menekankan kembali kepada seluruh personel untuk menghindari dan menjauhi pelanggaran sekecil apapun karena dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan satuan dengan mengedepankan budayakan hidup tertib dan disiplin sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku.

