WAKAPUSKOMLEKAD TUTUP DIKLAPA GELOMBANG I TAHUN 2026
Cimahi – Wakapuskomlekad Brigadir Jenderal TNI Dede Mulyana, S.Sos., M.Tr.(Han)., M.Kom., hari ini resmi menutup Pendidikan Lanjutan Perwira Komunikasi dan Elektronika (Diklapa Komlek) TNI AD Gelombang I tahun 2026 yang dihadiri oleh para Dirbin Puskomlekad, Komandan Pusdik Komlek Puskomlekad, para Kadep, Katim Gumil dan para pembina.
Upacara penutupan pendidikan yang diikuti oleh 21 mantan siswa Diklapa ini berlangsung di Gedung Dharma Caraka Pusdik Komlek Puskomlekad Kota Cimahi Jawa Barat, Senin (15/6).
Kapuskomlekad Mayor Jenderal TNI Iroth Sonny Edhie, M.H.I., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Wakapuskomlekad selaku Irup mengucapkan selamat kepada seluruh mantan siswa Diklapa yang telah menyelasaikan tugas belajar dengan baik seraya berharap ilmu pengetahuan maupun keterampilan yang telah diperoleh dapat membantu meningkatkan kinerja dan profesionalisme di satuan baru.
Dalam kesempatan tersebut, Kapuskomlekad juga menyinggung perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital yang ditandai dengan kemajuan aritificial intelligence (AI), Big Data, Internet of Things (IoT), cloud computing hingga cyber warfare telah menciptakan paradigma baru dalam sistem pertahanan global termasuk Indonesia.
Transformasi teknologi digital secara drastis mengubah karakter peperangan dari perang fisik atau konvesional menjadi perang modern. Perang fisik sangat identik dengan banyaknya jumlah pasukan dan platform pertempuran, sedangkan perang modern mengarah pada penggunaan senjata canggih yang tak kasat mata yang mampu melumpuhkan pertahanan suatu negara tanpa meletuskan satu tembakan peluru pun.
Perang modern merupakan perang kompetisi sistem informasi dengan memanfaatkan Command, Control, Communications, Computers, Cyber, Combat Systems, Intelligence, Surveillance dan Reconnaissance (C6ISR) sebagai superioritas sistem informasi yang terintegrasi dan kemampuan pengambilan keputusan oleh pimpinan secara real-time dan lebih cepat dari musuh.
Selain itu, perang modern juga sangat ditentukan oleh kekuatan Pernika sebagai domain dari sistem elektronika merupakan salah satu unsur krusial yang memanfaatkan ruang spektrum elektromagnetik untuk memperkuat pasukan sendiri dan menghancurkan pasukan lawan.
“Kondisi ini sejalan dengan Visi Komlekad yaitu Dominasi Ruang Spektrum Elektromagnetik Adalah Inti Kekuatan Komlekad, karena pada perang modern, siapa pun yang menguasai dan memanfaatkan ruang spektrum elektromagnetik, dialah yang akan menjadi pemenang dalam pertempuran,” bebernya.
Berkenaan dengan itu, ia berharap satuan Komlekad harus diisi oleh personel yang memiliki SDM mumpuni di bidang teknologi serta memiliki jiwa militansi, profesionalisme, responsif dan adaptif terhadap pekembangan teknologi kekinian.
Mayjen TNI Iroth Sonny Edhie juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Komandan Pusdik Komlek dan civitas pendidikan atas terselenggaranya pendidikan dengan baik sesuai dengan kurikulum dan tujuan pendidikan.
Upacara penutupan pendidikan Diklapa Komlek TNI AD Gelombang I tahun 2026 ditutup dengan pembacaan Skep penempatan dalam jabatan baru golongan VI oleh staf Dirbincab Puskomlekad.

